Beranda Artikel Abdul Muis Konsultasi

Cara Mendirikan Yayasan 2026, Syarat, Modal Awal, dan Langkahnya (Versi Santai)

Mau bikin yayasan tapi bingung mulai dari mana? Ini syarat, modal awal minimal, dan alur pendiriannya dari notaris sampai SK Kemenkumham.

Abdul Muis
Abdul Muis · 2 menit baca

Banyak orang punya niat baik: ingin menyantuni anak yatim, membuka rumah tahfiz, atau menjalankan kegiatan sosial secara rutin. Tapi begitu dengar kata "yayasan", langsung kebayang berkas segunung. Tenang, kalau urutannya jelas, prosesnya jauh lebih sederhana dari yang dibayangkan.

Dasar hukumnya apa?

Yayasan diatur dalam UU Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan yang diubah dengan UU Nomor 28 Tahun 2004. Aturan teknisnya ada di PP Nomor 63 Tahun 2008 yang diubah dengan PP Nomor 2 Tahun 2013. Intinya, yayasan adalah badan hukum yang bergerak di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan, dan tidak punya anggota.

Syarat yang perlu kamu siapkan

  • Pendiri. Yayasan bisa didirikan oleh satu orang atau lebih.
  • Kekayaan awal yang dipisahkan. Untuk yayasan yang didirikan orang Indonesia, nilainya paling sedikit Rp10.000.000. Kalau ada pendiri asing, minimalnya Rp100.000.000. Kekayaan ini bisa berupa uang atau barang yang nilainya setara.
  • Nama yayasan. Siapkan 2–3 alternatif, karena nama yang sudah dipakai pihak lain tidak bisa disetujui.
  • Maksud, tujuan, dan kegiatan. Pilih bidang sosial, keagamaan, atau kemanusiaan, lalu jabarkan kegiatannya.
  • Organ yayasan: Pembina, Pengurus (minimal ketua, sekretaris, bendahara), dan Pengawas. Satu orang tidak boleh merangkap jabatan Pembina, Pengurus, dan Pengawas sekaligus.
  • KTP dan NPWP para pendiri dan pengurus, serta alamat domisili yayasan.

Langkah-langkahnya

  1. Matangkan konsep. Tulis visi, program kerja setahun pertama, dan siapa saja yang akan duduk di organ yayasan.
  2. Datang ke notaris. Pendirian yayasan wajib dengan akta notaris berbahasa Indonesia. Notaris juga akan mengecek ketersediaan nama.
  3. Pengesahan Kemenkumham. Notaris mengajukan pengesahan badan hukum secara elektronik lewat sistem AHU. Setelah disetujui, terbit SK pengesahan.
  4. Urus NPWP dan rekening atas nama yayasan. Ini penting supaya keuangan yayasan terpisah dari keuangan pribadi.
  5. Lengkapi izin sesuai kegiatan. Misalnya izin operasional lembaga pendidikan, atau izin pengumpulan donasi kalau mau menggalang dana dari masyarakat luas.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Memasukkan keluarga semua di organ tanpa memahami tugas masing-masing.
  • Uang yayasan bercampur dengan rekening pribadi, akhirnya laporan berantakan.
  • Bidang kegiatan di akta terlalu sempit, sehingga kalau mau menambah program harus ubah anggaran dasar.
Niat baik itu mahal. Jangan sampai tertunda bertahun-tahun hanya karena urusan administrasi.

Kalau kamu ingin prosesnya lebih cepat dan tidak salah langkah, saya bisa mendampingi dari penyusunan nama, struktur, sampai yayasan siap menerima donasi secara resmi.

Bermanfaat? Bagikan ke teman & keluarga:

Baca juga

BagikanKonsultasi